Tugas Etika dan Fungsi - Fungsi Organisasi Perusahaan

 

TUGAS MAKALAH

ETIKA DAN FUNGSI – FUNGSI ORGANISASI PERUSAHAAN

 

Dosen Mata Kuliah Etika Bisnis:

Hj.I.G.A.Aju Nitya Dharma

 

 

Disusun Oleh:

Erienda Octavia Devinsia (01221033)

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

2021

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, jadi pada akhirnya peulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Ada pun judul penulisan makalah yang penulis sajikan adalah Etika dan Fungsi – fungsi Organisasi Perusahaan.

Tujuan penulisan makalah ini diluar sebagai salah satu syarat memenuhi tugas mata kuliah Etika Bisnis. Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan beberapa sumber sastra yang mendukung tulisan ini. Penulisan menyadari bahwa tanpa dukungan dan bimbingan dari semua pihak yang berpartisipasi maka penulisan makalah ini tidak akan lancar.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis menunggu saran dan kritikan yang membangun makalah ini dengan lebih baik lagi, agar kedepannya penulis dapat membuat makalah yang lebih baik lagi dan bisa menjadi pedoman bagi semua orang.

 

 

Surabaya, 17 November 2021

Penulis

 

 

 


 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul i

Kata Pengantar. ii

Daftar Isi iii

BAB I Pendahuluan 1

1.1        Latar Belakang. 1

1.2        Rumusan Masalah. 2

1.3        Tujuan. 2

BAB II Pembahasan 3

2.1        Pengertian Etika bisnis. 3

2.2        Prinsip – prinsip Etika Bisnis. 4

2.3        Fungsi Organisasi Perusahaan. 5

2.4        Faktor – faktor melakukan pelanggaran etika bisnis. 6

BAB III Penutup. 8

3.1        Kesimpulan. 8

3.2        Saran. 9

Daftar Pustaka 10

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Sebagian besar orang beranggapan bahwa dalam menjalankan bisnis seorang pebisnis tidak perlu memindahkan aturan – aturan, norma – norma serta nilai moral yang berlaku dalam bisnis karena bisnis merupakan suatu persaingan, sehingga pelaku bisnis harus memfokuskan diri untuk berusaha dengan berbagi macam cara dan uoaya agar bisa menang dalam persaingan bisnis yang ketat.

Dalam bisnis terdapat aturan yang penuh dengan persaingan dan tentunya aturan – aturan tersebut berbeda dengan aturan moral dan sosial yang biasa diterapakan dalam kehidupan sehari – hari, seorang pebisnis yang ingin mematuhi atau menerapkan aturan moral atau etika akan berada pada posisi yang tidak menguntungkan.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena ternyata beberpa perusahaan dapat berhasil karena memegang teguh kode etis dan komitmen moral terntentu. Binis merupakan aktivitas yang penting dari masyarakat, sehingga norma dan nilai moral yang dianggap baik dan berlaku di masyarakat dibawa dan diterapkan ke dalam kegiatan bisnis.

Sebuah perusahaan yang unggul sebaiknya tidak hanya tergantung pada kinerja yang baik, pengaturan manajerial dan financial yang baik, keunggulan teknologi yang dimiliki melainkan juga harus didasari dengan etis dan etos bisnis yang baik maka kepercayaan konsumen terhadap perusahaan tetap terjaga. Hal ini tentunya membantu perusahaan dalam menciptakan citra bisnis yang baik dan etis.


 

1.2  Rumusan Masalah

Berikut pembahasan sub masalah sesuai dengan latar belakang diatas yakni:

1.      Apa pengertian dari  Etika Bisnis?

2.      Apa saja Prinsip – Prinsip Etika Bisnis?

3.      Apa saja Fungsi – Fungsi organisasi perusahaan?

4.      Faktor apa sajakah yang mempengaruhi para pembisnis melakukan pelanggaran pelanggaran etika dalam bisnisnya ?

1.3  Tujuan

Disajikan tujuan pembuatan makalah ini sebagai berikut:

1.      Mengetahui pengertian dari etika bisnis

2.      Mengetahui prinsip – prinsip etika bisnis

3.      Mengetahui fungsi – fungsi organisasi

4.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi para pembisnis yang melakukan pelanggran etika dalam bisnisnya

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Etika bisnis

Secara bahasa kata “etika” lahir dari bahasa Yunani ethos yang artinya tampak dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini yang menjadi perspektif objeknya adalah perbuatan, sikap, atau tindakan manusia. Pengertian etika secara khusus adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan suatu individu dalam lingkungan pergaulannya yang kental akan aturan dan prinsip terkait tingkah laku yang dianggap benar.

Sedangkan pengertian etika secara umum adalah aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa digunakan sebagai pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan dan tingkah laku. Dengan begitu, etika adalah ilmu yang mempelajari baik dan buruknya serta kewajiban, hak, dan tanggung jawa, baik itu secara sosial maupun moral, pada setiap individu di dalam kehidupan bermasyarakat. Atau bisa dikatakan juga bahwa etika mencakup nilai yang berhubungan dengan akhlak individu.

Etika dalam bisnis dapat juga bisa diartikan sebagai suatu pengetahuan mengenai norma – norma dalam mengelola bisnis dan moralitas yang berlaku secara universal, ekonomi, dan sosial. Hal ini juga dijadikan standar atau pedoman bagi semua karyawan di dalam perusahaan untuk menjadikannya sebagai pedoman dalam bekerja.


 

2.2  Prinsip – prinsip Etika Bisnis

Ada beberapa prinsip – prinsip yang digunakan dalam etika berbisnis:

a.       Prinsip kejujuran

Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika kejujuran menjadi hal penting dan bisa sangat berpengaruh pada kepercayaan. Bahwa kejujuran menjadi salah satu kunci sukses yang harus digunakan pada saat anda ingin sukses. Pada tingkat persaingan yang makin keras ini justru pengusaha harus mampu mempertahankan konsumennya melalui kejujuran.

b.      Prinsip keadilan

Prinsip keadilan ini berhubungan erat dengan hak untuk diperlakukan sama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan tidak boleh bertindak diskriminatif kepada pihak – pihak berkonstribusi serta terlibat dalam aktivitas usahanya. Jika prinsip keadilan ini bisa berjalan dengan baik maka dampaknya sangat bagus bagi perusahaan.

c.       Prinsip otonomi

Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarnnya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

Prinsip otonomi dalam etika berbisnis ini terkait erat dengan kemampuan seseorang untuk bisa mengambil keputusan serta tindakan yang semestinya. Seorang pengusaha haruslah memiliki sikap yang tegas dalam membuat semua keputusan dengan kesadaran yang penuh sesuai dengan kewajibannya.

d.      Prinsip Integritas Moral

Penerapan integritas moral ini harus dilakukan kepada seluruh lapisan yang ada di perusahaan. Integritas yang tinggi membuat kepercayaan masyarakat bertambah begitu juga sebaliknya kalau ada satu atau beberapa orang dari perusahaan anda yang melakukan hal yang bertentangan dengan moral maka semua bagian dalam perusahaan akan terkena imbas buruknya.

e.       Prinsip kesetiaan

Prinsip kesitiaan adalah bahwa seluruh elemen dalam perusahaan baik bawahan hingga atasan tidak seharusnya mencampuradukan urusan bisnis dengan urusan pribadi. Dengan begitu maka semua orang di dalam manajemen bisa melakukan pekerjaan secara serius dan fokus supaya visi dan misi perusahaan bisa tercapai.

2.3  Fungsi Organisasi Perusahaan 

Berikut 4 Fungsi – fungsi organisasi perusahaan:

1.      Fungsi perencanaan

Setiap perusahaan memiliki visi yang merupakan pernyataan unik dari perusahaan yang berisikan harapan yang ingin dicapainya dimasa datang. Untuk mencapai harapan tersebut perusahaan membuat suatu perencanaan yang merupakan persiapan perusahaan untuk kondisi bisnisnya. Perencanaan tersebut dapat berupa rencana strategi untuk jangka panjang, perencanaan taktis,perencanaan operasional maupun perencanaan darurat.

2.      Fungsi Pengorganisasian

Adalah pengaturan para karyawan perusahaan dan sumber-sumber lain dengan cara yang konsisten dengan sasaran perusahaan. Pada saat sasaran suatu perusahaan dipersiapkan, sumber-sumber diadakan dan di organisasi untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. Fungsi organisasi secara berkesinambungan terjadi selama berlangusngnya hidup perusahaan. Contoh : Karyawan bagian produksi berbeda dengan karyawan bagian akuntansi dimana masing-masing memerlukan pengaturan yang berbeda serta membutuhkan fasilitas kerja yang berbeda pula.

3.      Fungsi Kepemimpinan

Adalah proses untuk mempengaruhi kebiasaan-kebiasaan orang lain untuk pencapaian sasaran bersama. Manajer perusahaan melakukan komunikasi dengan para karyawan dengan memberikan instruksi, arahan dan juga menunjukkan perilaku yang dapat dipakai sebagai panutan oleh para bawahannya. Pada fungsi ini seringkali dibarengi dengan kewenangan untuk memberikan imbalan (reward) maupun sanksi.

4.      Fungsi Pengawasan

Fungsi pengawasan terdiri dari tugas-tgas memonitor dan mengevaluasi, artinya fungsi pengawasan menilai apakah rencana kerja yang telah ditetapkan dalam fungsi perencanaan telah tercapai. Perusahaan dapat menetapkan suatu variabel dengan standarnya masing-masing dan digunakan untuk mengukur kinerja, misalnya : volume penjualan, keuntungan yang diharapkan dan lain lainnya.

2.4  Faktor – faktor melakukan pelanggaran etika bisnis

Pelanggran – pelanggran yang dilakukan pebisnis dilatarbelakangi oleh berbagi hal. Salah satu hal tersebut adalah untuk mencapai keuntungan yang sebanyak – banyaknya, tanpa memikirkan dampak buruk yang terjadi selanjutanya.

Faktor lain yang membut pebisnis melakukan pelanngaran antara lain :

1.      Banyaknya kompetitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik

2.      Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi (Personal Gain and Selfish Interest)

3.      Ingin menambah mangsa pasar

4.      Ingin menguasai pasar

5.      Pertentangan antara nilai – niali perusahaan dengan perorangan (Business Goals versus Personal Values)

Dari faktor – faktor tersebut, faktor pertama adalah faktor yang memiliki pengaruh paling kuat. Untuk mempertahankan produk perusahaan tetap menjadi yang utama, dibuatlah iklan dengan sindiran – sindiran pada produk lain. Iklan dibuat hanya untuk mengunggulkan produk sendiri, tanpa ada keunggulan dari produk tersebut. Iklan hanya bertujuan untuk menjelek – jelekkan produk iklan lain.


BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Di dalam persaingan dunia usaha yang sangat ketat ini, etika bisnis merupakan sebuah harga mati, yang tidak dapat ditawar lagi. Dalam zaman keterbukaan dan luasnya  informasi  saat ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan luas. Memposisikan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis dan jujur adalah satu-satunya cara supaya dapat bertahan di dalam dunia bisnis saat ini. Ketatnya persaingan bisnis menyebabkan beberapa pelaku bisnisnya kurang memperhatikan etika dalam bisnis.

Etika bisnis mempengaruhi tingkat kepercayaan atau trust dari masing-masing elemen dalam lingkaran bisnis. Pemasok (supplier),perusahaan, dan konsumen, adalah elemen yang saling mempengaruhi. Masing-masing elemen tersebut harus menjaga etika, sehingga kepercayaan yang menjadi prinsip kerja dapat terjaga dengan baik.

Etika berbisnis ini bisa dilakukan dalam segala aspek. Saling menjaga kepercayaan dalam kerjasama akan berpengaruh besar terhadap reputasi perusahaan tersebut, baik dalam lingkup mikro maupun makro. Tentunya ini  tidak akan memberikan keuntungan segera, namun ini adalah wujud investasi jangka panjang bagi seluruh elemen dalam lingkaran bisnis. Oleh karena itu, etika dalam berbisnis sangatlah penting.


 

3.2  Saran

Perlu adanya sadar diri didalam hati para pegawai didalam perusahaan yang ingin menerapkan etika didalam bisnis agar tidak adanya kecurangan atau kebohongan yang terjadi pada perusahaan itu nantinya dan perlu diterapkannya sanksi atau hukuman yang berat apabila ada salah satu pegawai yang melanggarnya, sehingga etika di dalam bisnis pun dapat berjalan dengan baik dan lancar di perusahaan tersebut.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lindaprihasti. (2017). Makalah Etika Bisnis Terhadap Fungsi Bisnis. Scribd. Dipetik November 16, 2021, dari https://www.scribd.com/document/360546427/Makalah-Etika-Bisnis-Terhadap-Fungsi-Bisnis

Nandy. (2021, September). Dipetik November 16, 2021, dari https://www.gramedia.com/best-seller/pengertian-etika/

Rafid, M. (2019). Makalah Etika Dalam Fungsi Perusahaan. Jakarta: Blogspot. Dipetik November 16, 2021, dari http://mustofarafid.blogspot.com/2019/03/etika-dalam-fungsi-perusahaan_25.html

Postingan populer dari blog ini

Tugas UTS Ekonomi Manajerial "Permintaan & Penawaran Kepada Penjual Sayur Tukang Keliling"